MENGINTEGRASIKAN NILAI-NILAI
BUDAYA DAN
KARAKTER BANGSA DALAM KEGIATAN
PEMBELAJARAN
BAHASA INDONESIA DI SMA N 1 WATANSOPPENG
Oleh: Muhammad Arifai, S.Pd
(Guru SMA Negeri 1 Watansoppeng)
A. Pendahuluan
Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini ada
indikasi karakter siswa semakin hari semakin menurun. Hal tersebut dapat
dilihat pada maraknya aksi perkelahian dan tindak kriminal pada siswa
akhir-akhir ini. Bahkan, ada siswa yang menjadi korban ditikam oleh temannya
hanya karena masalah sepele.
Terjadinya
penurunan karakter atau dekadensi moral pada siswa telah mendapat perhatian
dari pemerintah melalui pendidikan budaya dan karakter bangsa. Guru diharapkan dapat
mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ke dalam setiap mata
pelajaran yang diampunya.
Namun, saat ini masih ada guru yang belum mampu mengitegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ke dalam materi
pembelajaran yang disajikan di kelas. Padahal sejatinya,
banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengitegrasikan nilai-nilai budaya dan
karakter bangsa tersebut, seperti pada materi membaca puisi lama (Pantun) di kelas XII IPA/IPS SMA.
Berdasarkan hal tersebut yang menjadi
masalah dalam tulisan ini yaitu bagaimanakah
mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran
membaca pantun di kelas XII IPA/IPS ? Tujuan penulisan untuk
mengetahui cara mengitegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ke dalam
pembelajaran membaca pantun di kelas XII IPA/IPS.
Kata kunci: nilai-nilai budaya dan karakter bangsa, kegiatan pembelajaran bahasa
Indonesia
B. Nilai-nilai Budaya dan Karakter Bangsa
Budaya adalah keseluruhan sistem
berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan (belief) manusia yang
dihasilkan masyarakat, sedangkan
karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang
yang terbentuk dari hasil internalisasi
berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai
landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak.
Tujuan pendidikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yaitu (1) mengembangkan
potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang
memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa, (2) mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang
terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang
relegius, (3) menanamkan jiwa
kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik, (4) mengembangkan kemampuan peserta didik, dan (5) mengembangkan lingkungan
kehidupan sekolah.
Persoalan budaya dan karakter
bangsa yang ada saat ini yaitu korupsi, kekerasan
kejahatan seksual, perusakan, perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang konsumtif, dan kehidupan politik yang tidak produktif.
kejahatan seksual, perusakan, perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang konsumtif, dan kehidupan politik yang tidak produktif.
Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan
Karakter Bangsa yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, cinta
tanah air, menghargai prestasi, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat
kebangsaan, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial,
bersahabat/komunikatif, dan tangung jawab.
C.
Mengintegrasikan Nilai-nilai Budaya dan Karakter Bangsa dalam Pembelajaran
Bahasa Indonesia
Pengintegrasian
nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam materi pelajaran dilakukan mulai
pada saat penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) terhadap materi
pelajaran atau KD (Kompetensi Dasar) yang akan disajikan di kelas. Materi
pelajaran biasa digunakan sebagai bahan atau media untuk mengembangkan
nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Oleh karena itu, guru tidak perlu
mengubah pokok bahasan yang sudah ada, tetapi menggunakan materi pokok bahasan
itu untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Juga, guru
tidak harus mengembangkan proses belajar khusus untuk mengembangkan nilai.
Suatu hal yang selalu harus diingat bahwa satu aktivitas belajar dapat
digunakan untuk mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif, afektif, dan
psikomotor. Sebagai contoh, pada mata
pelajaran bahasa Indonesia dengan KD. 6.1 Menanggapi pembacaan puisi lama
tentang lafal, intonasi dan ekspresi yang tepat. Kegiatan pembelajaran dapat
dirancang dengan mengitegrasikan beberapa nilai-nilai budaya dan karakter bangsa
seperti nilai kerja sama, kreativitas, jujur, toleransi, disiplin, rasa ingin
tahu, gemar membaca, dan kerja keras.
Adapun
langkah-langkah mengitegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam
kegiatan pembelajaran bahasa Indoinesia dengan materi membaca puisi lama (Pantun) yaitu:
1. Membagi siswa ke dalam beberapa kelompok (
satu kelompok terdiri atas 3 siswa), nilai yang dikembangkan adalah kerja sama.
2. Setiap kelompok membaca puis lama (pantun)
yang disediakan, nilai yang dikembangkan adalah nilai gemar membaca.
3. Setiap kelompok tampil berbalas pantun
yang berisi pantun nasihat, nilai yang dikembangkan adalah kreativitas,
disiplin, rasa ingin tahu, dan kerja keras.
4. Kelompok yang belum tampil menanggapi
kelompok yang tampil berbalas pantun dari segi lafal, intonasi, dan ekspresi,
nilai yang dikembangkan adalah jujur, kerja sama, dan toleransi.
5. Pada kegiatan akhir pembelajaran, guru
menyimpulkan materi pembelajaran, memberikan tugas atau PR, dan mengajak siswa
berdoa bersama sebagai tanda syukur atas selesainya mengikuti kegiatan
pembelajaran. Nilai yang dikembangkan pada kegiatan ini yaitu tanggung jawab,
kerja keras, dan religius.
D. Kesimpulan dan Saran
Dari
uraian yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa pengitegrasian
nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ke dalam setiap mata pelajaran dapat
dilakukan oleh guru mata pelajaran mulai dari penyusunan rencana pembelajaran
sampai pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas. Nilai-nilai budaya dan
karakter bangsa yang dapat diintegrasikan dalam materi pembelajaran antara
lain: religius, jujur, kerja keras, kerja sama, kreativitas, gemar membaca,
tanggung jawab, toleransi, disiplin, mandiri, rasa ingin tahu, dan cinta
lingkungan.
Berdasarkan
hal tersebut maka disarankan kepada setiap guru mata pelajaran atau guru kelas
agar senantiasa mengitegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam
setiap materi pembelajaran pada mata pelajaran yang diampunya. Hal ini guna
membentuk manusia Indonesia yang seutuhnya sesuai dengan tujuan pendidikan nasional
dalam UU Sisdiknas Tahun 2003.
Daftar Rujukan
Depdiknas. 2005. Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Kemendiknas. 2010. Pengembangan Pendidikan
Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta:
Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum.
SMA N 1 Watansoppeng. 2011. KTSP
(Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Watansoppeng: Bagian Urusan Kurikulum.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang
Sistem Pendidikan Nasional.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar