Yang Pop dan Uptodate

Sabtu, 18 Agustus 2012

Artikel Pendidikan


          MENGINTEGRASIKAN NILAI-NILAI BUDAYA DAN
KARAKTER BANGSA DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN
          BAHASA INDONESIA DI SMA N 1 WATANSOPPENG
                                   Oleh: Muhammad Arifai, S.Pd
                              (Guru SMA Negeri 1 Watansoppeng)

A. Pendahuluan
            Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini ada indikasi karakter siswa semakin hari semakin menurun. Hal tersebut dapat dilihat pada maraknya aksi perkelahian dan tindak kriminal pada siswa akhir-akhir ini. Bahkan, ada siswa yang menjadi korban ditikam oleh temannya hanya karena masalah sepele.
            Terjadinya penurunan karakter atau dekadensi moral pada siswa telah mendapat perhatian dari pemerintah melalui pendidikan budaya dan karakter bangsa. Guru diharapkan dapat mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ke dalam setiap mata pelajaran yang diampunya.
            Namun, saat ini masih ada guru yang belum mampu mengitegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ke dalam materi pembelajaran yang disajikan di kelas. Padahal sejatinya, banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengitegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa tersebut, seperti pada materi membaca puisi lama (Pantun) di kelas XII IPA/IPS SMA.
            Berdasarkan hal tersebut yang menjadi masalah dalam tulisan ini yaitu bagaimanakah mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran membaca pantun di kelas XII IPA/IPS ? Tujuan penulisan untuk mengetahui cara mengitegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ke dalam pembelajaran membaca pantun di kelas XII IPA/IPS.
Kata kunci: nilai-nilai budaya dan karakter bangsa, kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia
B. Nilai-nilai Budaya dan Karakter Bangsa
            Budaya adalah keseluruhan sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan masyarakat, sedangkan karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang  terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak.
            Tujuan pendidikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yaitu (1) mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa, (2) mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang relegius, (3) menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik, (4) mengembangkan kemampuan peserta didik, dan (5) mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah.
Persoalan budaya dan karakter bangsa yang ada saat ini yaitu korupsi, kekerasan
kejahatan seksual, perusakan, perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang konsumtif, dan kehidupan politik yang tidak produktif.
            Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, cinta tanah air, menghargai prestasi, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, bersahabat/komunikatif, dan tangung jawab.
C. Mengintegrasikan Nilai-nilai Budaya dan Karakter Bangsa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
Pengintegrasian nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam materi pelajaran dilakukan mulai pada saat penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) terhadap materi pelajaran atau KD (Kompetensi Dasar) yang akan disajikan di kelas. Materi pelajaran biasa digunakan sebagai bahan atau media untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Oleh karena itu, guru tidak perlu mengubah pokok bahasan yang sudah ada, tetapi menggunakan materi pokok bahasan itu untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Juga, guru tidak harus mengembangkan proses belajar khusus untuk mengembangkan nilai. Suatu hal yang selalu harus diingat bahwa satu aktivitas belajar dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.  Sebagai contoh, pada mata pelajaran bahasa Indonesia dengan KD. 6.1 Menanggapi pembacaan puisi lama tentang lafal, intonasi dan ekspresi yang tepat. Kegiatan pembelajaran dapat dirancang dengan mengitegrasikan beberapa nilai-nilai budaya dan karakter bangsa seperti nilai kerja sama, kreativitas, jujur, toleransi, disiplin, rasa ingin tahu, gemar membaca, dan kerja keras.
Adapun langkah-langkah mengitegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indoinesia dengan materi membaca puisi lama (Pantun) yaitu:
1.      Membagi siswa ke dalam beberapa kelompok ( satu kelompok terdiri atas 3 siswa), nilai yang dikembangkan adalah kerja sama.
2.      Setiap kelompok membaca puis lama (pantun) yang disediakan, nilai yang dikembangkan adalah nilai gemar membaca.
3.      Setiap kelompok tampil berbalas pantun yang berisi pantun nasihat, nilai yang dikembangkan adalah kreativitas, disiplin, rasa ingin tahu, dan kerja keras.
4.      Kelompok yang belum tampil menanggapi kelompok yang tampil berbalas pantun dari segi lafal, intonasi, dan ekspresi, nilai yang dikembangkan adalah jujur, kerja sama, dan toleransi.
5.      Pada kegiatan akhir pembelajaran, guru menyimpulkan materi pembelajaran, memberikan tugas atau PR, dan mengajak siswa berdoa bersama sebagai tanda syukur atas selesainya mengikuti kegiatan pembelajaran. Nilai yang dikembangkan pada kegiatan ini yaitu tanggung jawab, kerja keras, dan religius.
D. Kesimpulan dan Saran
            Dari uraian yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa pengitegrasian nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ke dalam setiap mata pelajaran dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran mulai dari penyusunan rencana pembelajaran sampai pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas. Nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang dapat diintegrasikan dalam materi pembelajaran antara lain: religius, jujur, kerja keras, kerja sama, kreativitas, gemar membaca, tanggung jawab, toleransi, disiplin, mandiri, rasa ingin tahu, dan cinta lingkungan.
            Berdasarkan hal tersebut maka disarankan kepada setiap guru mata pelajaran atau guru kelas agar senantiasa mengitegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam setiap materi pembelajaran pada mata pelajaran yang diampunya. Hal ini guna membentuk manusia Indonesia yang seutuhnya sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dalam UU Sisdiknas Tahun 2003.
Daftar Rujukan
Depdiknas. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Kemendiknas. 2010. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta:  Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum.
SMA N 1 Watansoppeng. 2011. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Watansoppeng: Bagian Urusan Kurikulum.

Undang-Undang  Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.



       












Tidak ada komentar: