Yang Pop dan Uptodate

Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 November 2008

INOVASI PEMBELAJARAN



MEWUJUDKAN KBM YANG INOVATIF
Oleh: Muhammad Arifai, S.Pd
(Guru SMA Negeri 1 Watansoppeng
)


A. Pendahuluan

Kegiatan belajar mengajar (KBM) merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh setiap guru di kelas. Melalui KBM, guru menyajikan materi pembelajaran yang harus diserap oleh setiap siswa. Namun, kenyataan saat ini masih banyak siswa yang sulit menyerap materi pembelajaran yang disajikan oleh gurunya. Penyebab dari hal tersebut salah satunya adalah kualitas KBM yang dilaksanakan oleh guru. Guru dalam melaksanakan KBM masih kerap menerapkan model pembelajaran tradisonal. Pada model pembelajaran ini, suasana kelas cenderung terpusat pada guru. Guru sebagai subjek dan siswa sebagai objek sehingga siswa menjadi pasif.
Salah satu masalah pokok dalam pembelajaran pada pendidikan formal (sekolah) sekarang ini adalah masih rendahnya daya serap siswa terhadap materi pembelajaran yang disajikan. Hal tersebut dapat dilihat dari rerata hasil belajar peserta didik atau siswa yang masih memprihatinkan. Berdasarkan hal itulah maka perlu diwujudkan sebuah KBM yang inovatif. Melalui KBM yang inovatif, diharapkan siswa dapat menyerap materi pembelajaran dengan baik sehingga dayap serap mereka menjadi meningkat.
Kata kunci: Kegiatan belajar mengajar, inovatif


B. KBM yang Inovatif
Inovatif berasal dari kata inovasi yang berarti penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat). Kata ”inovatif” itu sendiri berarti bersifat pembaruan (KBBI, 1995: 380). Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa kegiatan bekajar mengajar (KBM) yang inovatif adalah KBM yang bersifat pembaruan.
Pembaruan dalam KBM merupakan suatu keharusan yang mutlak harus dilakukan oleh setiap guru. Dengan pembaruan kurikulum, dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menjadi Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP), maka dituntut bagi setiap guru untuk melakukan perubahan paradigma dalam kegiatan belajar mengajar. Menurut Komaruddin (dalam Trianto, 2007: 2) bahwa perubahan paradigma dalam pendidikan dan pembelajaran adalah orientasi pembelajaran yang semula berpusat pada guru (teacher centered) beralih berpusat pada siswa (student centered); metodologi yang semula lebih didominasi ekspositori berganti ke partisipatori; dan pendekatan yang semula lebih bersifat tekstual berubah menjadi kontekstual.
Berdasarkan hal tersebut di atas maka dapat dipahami bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang setiap hari dilaksanakan haruslah mengalami perubahan yang lebih inovatif. Perubahan yang inovatif dari segi gagasan atau ide pembelajaran, metode pembelajaran, dan alat pembelajaran.


C. Mewujudkan KBM yang Inovatif
Kurikulum yang berlaku sekarang ini yakni KTSP sebagai pembaruan dari KBK, menghendaki agar pembelajaran tidak hanya mempelajari tentang konsep, teori dan fakta, tetapi juga aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian materi pembelajaran tidak hanya tersusun atas hal-hal sederhana yang bersifat hafalan dan pemahaman, tetapi juga tersusun atas materi yang kompleks yang memerlukan analisis, aplikasi dan sintesis. Untuk itu, guru harus memiliki sifat profesional dalam mewujudkan KBM yang inovatif agar proses belajar mengajar dapat berlangsung sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Berdasarkan hal itulah maka sangatlah penting bagi para guru untuk memahami karakteristik materi pembelajaran yang akan disajikan, siswa, dan metode pembelajaran dalam setiap KBM terutama pemilihan model-model pembelajaran yang modern atau inovatif. Dengan demikian, KBM akan lebih variatif, inovatif, dan konstruktif dalam merekonstruksi wawasan pengetahuan dan implementasinya sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa.
Untuk mewujudkan KBM yang inovatif, harus dimulai dari pemilihan model-model pembelajaran yang modern. Menurut Arends (2001:24) terdapat enam model pembelajaran yang praktis digunakan guru dalam mengajar, yaitu presentasi, pengajaran langsung, pengajaran berdasarkan masalah, pengajaran konsep, pembelajaran kooperatif, dan diskusi kelas.
Dalam mengajarkan suatu materi pembelajaran tertentu, harus dipilih model pembelajaran yang paling sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Oleh karena itu, dalam memilih suatu model pembelajaran harus memiliki pertimbangan-pertimbangan misalnya materi pembelajaran, tingkat perkembangan kognitif siswa, dan fasilitas yang tersedia sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Salah satu model pembelajaran yang disebutkan di atas adalah presentasi. Dengan model presentasi, guru dapat menggunakan media pembelajaran berupa Laptop dan LCD guna mempresentasikan materi pembelajaran. Selain itu, siswa pun dapat mempresentasikan hasil pekerjaannya melalui laptop dan LCD untuk ditanggapi oleh siswa lainnya.


D. Kesimpulan dan Saran
Dari beberapa uraian yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa KBM yang inovatif dapat diwujudkan melalui penggunaan model pembelajaran yang modern atau inovatif. Salah atunya adalah model presentasi dengan menggunakan media pembelajaran laptop dan LCD atau proyektor. Pemilihan model pembelajaran tentu harus disesuaikan dengan materi pembelajaran, perkembangan kognitif siswa, dan sarana atau fasilitas yang tersedia. Dengan demikian, disarankan kepada setiap guru mata pelajaran agar senantiasa mempelajari dan menambah wawasannya tentang model pembelajaran yang modern dan inovatif. Hal ini demi memudahkan pelaksanaan KBM dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang disajikan.


Daftar Pustaka
Arends, Richard.2001. Classroom Instructional Management. New York: The Mc Graw-Hill Company.
Dinas Pend. dan Kebudayaan. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Usman.M. U. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wiryawan, S. A., dan Noorhadi. 2004. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka.

PROFIL SMAN 1 WATANSOPPENG


A. Sejarah Keberadaan SMA N 1 Watansoppeng

SMA Negeri 1 Watansoppeng merupakan sekolah yang ketiga dari SGA, dan SPG, juga termasuk kelas paralel dari SMA Negeri 1 Rappang, yang didirikan sejak tahun 1961 di Watansoppeng, daerah tingkat II Kabupaten Soppeng. Keadaan Geografisnya terletak pada sebelah selatan kota Watansoppeng yang berjarak kurang lebih 200 kilometer dari kota Provinsi Sulawesi Selatan dengan batas-batas :
sebelah utara berbatasan dengan pemukiman penduduk.
sebelah Selatan berbatasan dengan Rumah Sakit Umum Watansoppeng.
sebelah Barat berbatasan dengan dengan pemukiman penduduk
sebelah Timur berbatasan dengan Asrama Polisi Watansoppeng.
Letak topografi SMA Negeri 1 Watansoppeng berada pada dataran tinggi (Kurang lebih 70 M dari permukaan laut) dengan kondisi fisik berbukit. SMA Negeri Watansoppeng beralamat di Jalan Samudra Nomor 2 Watansoppeng di Kelurahan Botto Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan.
Yang menjadi pimpinan pertama di SMA Negeri 1 Watansoppeng adalah bapak Drs. S.A. Muri mulai pada mulai pada tahun 1961 sampai dengan tahun 1971, kemudian dilanjutkan oleh bapak H. Muhammad Achmad, BA. Sebagai kepala sekolah yang kedua tepatnya pada tahun 1971 sampai dengan tahun 1986. Setelah bapak H. Muhammmad Achmad, BA. membina sekolah selama 16 tahun lamanya, kemudian digantikan oleh bapak Muhaijjang, BA. yang menjabat sebagai kepala sekolah yang ketiga mulai pada tahun 1986 sampai dengan tahun 1990, kemudian diteruskan oleh bapak Muhammad Ali Hanafi, BA. selama empat tahun yaitu mulai tahun 1990 sampai dengan tahun 1994 sebagai kepala sekolah yang keempat. setelah itu digantikan oleh ibu Andi Maddiawe Muri, BA. sebagai kepala sekolah yang kelima yaitu mulai pada tahun 1994 sampai dengan tahun 1998, kemudian digantikan oleh bapak Drs. H. Muhammad Musa sebagai kepala sekolah yang keenam yaitu mulai pada tahun 1998 sampai dengan tahun 2002, kemudian diteruskan oleh bapak Drs. H. Muhammad Jidar Barahima sebagai kepala sekolah yang ketujuh mulai pada tahun 2002 sampai 2008. Lalu beliau digantikan oleh Drs. Udil Hamzah pada tahun 2008 sampai sekarang. Jadi usia SMA Negeri 1 Watansoppeng telah mencapai 46 tahun.

2. Visi, Misi dan Tujuan SMA Negeri 1 Watansoppeng.
a. Visi SMA Negeri 1 Watansoppeng.
Unggul dalam mutu, berbudaya yang dilandasi iman dan taqwa
b. Misi SMA Negeri 1 Watansoppeng.
Melaksanakan pendidikan dan latihan yang bermutu dan berbudaya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekonologi.
Membentuk peserta didik yang berprestasi, berbdaya, beriman dan bertaqwa untuk menjadi lulusan yang mampu melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.
Melaksanakan pembinaan profesionalisme Guru secara kontinu.
Mengembangkan lingkungan sekolah menuju komunitas belajar.
Menanamkan rasa kasih sayang melalui salam, senyum dan santun.
Melaksanakan pembinaan keagamaan secara kontinu.
Menggalang peran serta masyarakat.

c. Tujuan SMA Negeri 1 Watansoppeng.
Menciptakan siswa yang berkualitas sehinngga mampu bersaing diberbagai even.
Meningkatkan persentase lulus masuk perguruan tinggi yang favorit.
Meningkatkan kemampuan profesionalisme guru.
Menciptakan lingkungan sekolah sebagai lingkungan belajar.
Menciptakan budaya salam, senyum dan santun bagi warga sekolah.
Meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah.
Meningkatkan peran serta masyarakat.

d. Identifikasi Tantangan Nyata yang Dihadapi Sekolah
Masih rendahnya komitmen guru dan karyawan terhadap tugas dan kewjibannya.
Pemahaman KBK bagi guru dan karyawan masih terbatas.
Prestasi Akademik masih rendah
4. Lomba Olympiade Mafikib masih tingkat kabupaten
5. Hasil rata-rata nilai ujian akhir nasional untuk program Bahasa 6,28, program IPA 7, 51 dan program IPS 6,65
6. Terbatasnya Sarpras dalam menunjukkan KBM.
7. Pengaruh informasi dan pergaulan bebas anak remaja.
8. Pelaksanaan ekstra kurikuler belum maksimal.
9. Pemahaman imtaq masih terbatas.

e. Sasaran Kegiatan Sekolah
Aspek peningkatan Manajemen Sekolah
Meningkatkan Manajemen Sekolah.
Meningkatkan Kinerja Guru dan Karyawan.
Pelatihan penyusunan sillabi dan penilaian.
Monitoring / Evaluasi dan Pelaporan.
Menigkatkan prestasi belajar (NUN dan Olympiade Mafikib.

2. Aspek Peningkatan Kompetensi Guru dalam pelaksanaan KBK
Pelatihan Pengembangan ICT di Makassar.
Penerapan Pembelajaran ICT di sekolah

Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran ICT

3. Aspek Pengembangan Kurikulum dan Sistem Pengujian.
Penyusunan silabus dan sistem penilaian semua guru mata pelajaran
Melaksanakan analisis hasil evaluasi semua guru mata pelajaran
Melaksanakan pemeriksaan melalui scanner computer
Membuat laporan hasil studi setiap kelompok mata pelajaran

4. Aspek pengembangan model-model pembelajaran kreatifitas dan menyenangkan
Pengadaan White Board
Pengadaan Laptop, LCD Proyektor dan CD Pembelajaran

5. Aspek pengembangan sarana dan prasarana
Pengadaan dan perbaikan meja dan kursi guru dan siswa
Pengadaan komputer
Pengadaan alat dan bahan praktikum Laboratorium IPA
Perbaikan dan pemeliharaan gedung dan inventaris sekolah
Pengadaan scanner pemeriksaan ujian

6. Aspek pengembangan kreatifitas siswa bidang
Bimbingan dan latihan penulisan ilmiah remaja
Bimbingan dan latihan seni musik, seni tari dan seni rupa
Latihan try out tiga cabang olahraga (Basket, Volly dan Takrow)
Bimbingan dan latihan PMR, Pramuka, Sispala dan Paskibraka.

7. Aspek pengembangan pembinaan keagamaan
Tadarus Al-Qur’an setiap hari jumat selama 30 menit pada awal pelajaran.
Berdoa setiap awal jam pelajaran dan akhir jam pelajaran
Melaksanakan hari-hari besar Islam.
Pengajian siswa secara berkala.

8. Aspek peningkatan kemampuan tenaga administrasi, laboran dan pustakawan.
Pelatihan penggunaan komputer
Memberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan
Memberikan penghargaan kepada tenaga adminstrasi, laboran dan pustakawan yang berprestasi

9. Aspek penataan lingkungan sekolah
Penanaman pohon-pohon pelindung
Pembuatan taman-taman bacaan
Perbaikan dan pengadaan pagar
Pelaksanaan lomba 7 K antar kelas dalam lingkungan sekolah.