Yang Pop dan Uptodate

Rabu, 05 Agustus 2009



PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI
DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
Oleh: Muhammad Arifai, S.Pd
(Guru SMA Negeri 1 Watansoppeng)


A. Pendahuluan
Perkembangan teknologi saat ini telah memberikan banyak kemudahan bagi manusia. Salah satunya adalah teknologi informasi. Kemajuan teknologi informasi telah memberikan kemudahan kepada manusia dalam berkomunikasi. Selain itu, kemajuan teknologi informasi juga memberikan kemudahan kepada manusia dalam menerima informasi atau berita dari berbagai penjuru dunia melalui internet.
Kemajuan teknologi informasi tersebut sebaiknya juga dimanfaatkan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dengan teknologi informasi, guru dapat menyusun atau mengembangkan bahan ajar yang lebih lengkap dan menarik bagi siswa. Kegiatan pembelajaran di kelas akan lebih hidup dendan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang telah memberikan banyak kemudahan bagi umat manusia.
Namun, kemudahan yang disediakan oleh kemajuan teknologi informasi rupanya belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan oleh guru-guru dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Masih banyak guru yang melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan cara konvensional atau tradisional dengan mengandalkan metode ceramah atau penugasan. Bahan ajar yang digunakan masih berpedoman pada buku paket atau cetak yang monoton. Padahal, sebenarnya bahan ajar itu dapat pula diambil dari TV, Film, atau internet, lalu disajikan melalui laptop dan LCD proyektor. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan bahan ajar, perlu dipahami oleh setiap guru.
Kata kunci: pemanfaatan teknologi informasi, pengembangan bahan ajar

B. Teknologi Informasi di Bidang Pendidikan
Sejarah teknologi informasi (TI) dan internet tidak dapat dilepaskan dari bidang pendidikan. Internet di Amerika mulai tumbuh dari lingkungan akademis (NSFNET), seperti diceritakan dalam buku “Nerds 2.0.1”. Demikian pula Internet di Indonesia mulai tumbuh dilingkungan akademis (di UI dan ITB), meskipun cerita yang seru justru muncul di bidang bisnis. Hal ini berarti perlu diperbanyak cerita tentang manfaat internet di bidang pendidikan. Adanya Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. (Berapa banyak perpustakaan di Indonesia, dan bagaimana kualitasnya?.) Adanya internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat. Mekanisme akses perpustakaan dapat dilakukan dengan menggunakan program khusus (biasanya menggunakan standar Z39.50, seperti WAIS[5]), aplikasi telnet (seperti pada aplikasi hytelnet[6]) atau melalui web browser (Netscape dan Internet Explorer). Sudah banyak cerita tentang pertolongan internet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui Internet.
Kerjasama antarguru dan siswa yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dahulu, seseorang harus berkelana atau berjalan jauh untuk menemui sang guru untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal tersebut dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui internet, via email, atau pun dengan menggunakan mekanisme file sharring. Bayangkan apabila seorang siswa di Papua dapat berdiskusi masalah fisika atau mata pelajaran lainnya dengan seorang pakar di universitas terkemuka di pulau Jawa. Siswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau guru yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi.
Distance learning dan virtual university merupakan sebuah aplikasi baru bagi internet. Bahkan tidak kurang pakar ekonomi Peter Drucker mengatakan bahwa “Triggered by the Internet, continuing adult education may wll become our greatest growth industry”. (Lihat artikel majalah Forbes 15 Mei 2000.) Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 30 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja dan dari mana saja.
Bagi Indonesia, manfaat-manfaat yang disebutkan di atas sudah dapat menjadi alasan yang kuat untuk menjadikan Internet sebagai infrastruktur bidang pendidikan. Inisiaif-inisiatif penggunaan TI dan internet di bidang pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah satu inisiatif yang sekarang sedang giat dilakukan adalah program “Sekolah Cerdas Indonesia”, dimana ditargetkan sejumlah sekolah (khususnya SMU dan SMK) terhubung ke Internet. (Informasi mengenai program Sekolah Cerdas ini dapat diperoleh dari situs Sekolah Cerdas di http://www.sekolah/ Cerdas Indonesia.co.id) Inisiatif seperti ini perlu mendapat dukungan dari kita semua. Ingat, ini masa depan anak cucu kita semua.

1 komentar:

A.Hadraini mengatakan...

Menurut saya,internet memang sangat berarti bagi pelajar, tapi dengan adanya internet akan mengurangi kedisiplinan karena hanya bergantung pada informasi-informasi dari layanan internet maka dari itu pelajar harus tahu diri bagaimana menggunakan layanan ini....A.HADRAINI XII IA 4