MARI MENGGUNAKAN METODE BERVARIASI
DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN
Oleh: Muhammad Arifai, S.Pd
(Guru SMA N 1 Watansoppeng)
A. Pendahuluan
Guru
sebagai unsur yang terlibat langsung dalam interaksi pembelajaran di sekolah,
hendaknya senantiasa berusaha menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi
dalam menyajikan materi pelajaran di kelas agar
anak didik senantiasa memiliki semangat belajar dan selalu termotivasi
untuk belajar di sekolah. Oleh karena itu, pengetahuan guru terhadap berbagai pendekatan belajar atau
metode pembelajaran sangat diharapkan
mengalami peningkatan dari hari ke hari, dan bahkan peningkatan itu diharapkan
terjadi setiap saat dan berlanjut dari tahun ke tahun. Di sinilah peran dan
tanggung jawab guru senantiasa dituntut untuk
membenahi diri dengan belajar dan terus belajar demi meningkatkan
profesionalitasnya.
Sekarang
ini masih ada anggapan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang
harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan
dan metode ceramah sebagai pilihan utama dalam kegiatan pembelajaran. Untuk mengubah
anggapan itu, diperlukan sebuah metode pembelajaran yang bervariasi agar
kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan berhasil.
Berdasarkan
uraian di atas, yang menjadi masalah dalam penulisan ini yaitu apakah yang
dimaksud metode bervariasi dan bagaimanakah
menggunakan metode bervariasi tersebut dalam kegiatan pembelajaran?
Kata kunci: Metode bervariasi, kegiatan
pembelajaran
B. Metode Bervariasi
Metode bervariasi adalah metode yang digunakan secara
bervariasi dalam kegiatan pembelajaran. Misalnya penggunaan metode ceramah
divariasikan dengan tanya jawab, pemodelan, inkuiri, berkelompok, dan
demonstrasi. Metode-metode tersebut baik digunakan secara bergantian dalam
kegiatan pembelajaran.
Penggunaan
metode secara bervariasi dalam kegiatan pembelajaran dapat menjadikan anak
peserta didik tidak jenuh, aktif, dan memiliki kreativitas belajar. Guru tidak
hanya menceramahi peserta didik tetapi juga berusaha menjadikannya belajar
untuk mengalami sendiri materi pembelajaran yang sedang disajikan. Untuk menjadikan anak
didik mengalami sendiri materi atau bahan pembelajaran yang diberikan, guru
dapat menggunakan strategi contekstual
teaching learning (CTL) yang di dalamnya terdapat bermacam-macam metode
pembelajaran.
CTL adalah strategi pembelajaran yang
berusaha menjadikan siswa belajar sesuai dengan kondisi nyata atau menjadikan
materi pembelajaran sesuai dengan kenyataan yang ada. Melalui strategi CTL,
siswa diharapkan belajar melalui “mengalami” bukan “menghafal”.
C. Menggunakan Metode
Bervariasi dalam Kegiatan Pembelajaran
Untuk menggunakan
metode bervariasi dalam pembelajaran, dapat dipilih strategi pembelajaran yang
disebut contextual teaching learning
(CTL). Menurut Johnson (2002: 25) bahwa sistem CTL merupakan suatu proses
pendidikan yang bertujuan membantu anak didik melihat makna dalam bahan
pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks
kehidupan mereka sehari-hari, yaitu dengan
konteks lingkungan pribadinya, sosialnya, dan budayanya.
Pembelajaran CTL menempatkan
anak didik di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa
dengan materi yang sedang dipelajari dan sekaligus memperhatikan faktor
kebutuhan individual anak dan peranan guru.
Selain itu, metode bervariasi dalam kegiatan pembelajaran
dapat dilakukan dengan prinsip:
1.
Membentuk kelompok belajar yang
saling tergantung. Peserta didik saling belajar dari sesamanya di dalam
kelompok-kelompok kecil dan belajar bekerja sama dalam tim lebih besar (kelas).
Jadi, anak diharapkan untuk berperan aktif.
2.
Menyediakan lingkungan yang
mendukung pembelajaran mandiri. Lingkungan yang mendukung pembelajaran mandiri.
3.
Memperhatikan multi-intelegensi
peserta didik. Dalam melayani anak di kelas, guru harus memadukan berbagai
strategi pendekatan pembelajaran kontekstual sehingga pengajaran akan efektif
bagi anak dengan berbagai intelegensinya itu.
4.
Menggunakan teknik-teknik
bertanya untuk meningkatkan pembelajaran anak, perkembangan pemecahan, dan
keterampilan berpikir tingkat tinggi.
5. Menerapkan penilaian autentik (authentic
assessment). Penilaian autentik mengevaluasi penerapan pengetahuan dan
berpikir kompleks seorang anak, daripada
hanya sekedar hafalan informasi aktual.
D. Kesimpulan dan Saran
Berdasarkan beberapa uraian yang dikemukakan di
atas dapat disimpulkan bahwa metode bervariasi adalah metode yang digunakan secara bervariasi dalam
kegiatan pembelajaran. Untuk menggunakan metode
bervariasi dalam pembelajaran, dapat dipilih strategi contextual teaching learning (CTL). Beberapa metode
pembelajaran yang dapat digunakan secara bervariasi di antaranya : (1) bertanya
(Questioning), (2) menemukan (Inquiry), (3) masyarakat belajar (Learning Community), (4) pemodelan (Modeling), dan (5) refleksi (Reflection).
Berdasarkan kesimpulan
di atas maka disarankan kepada rekan-rekan guru agar senantiasa menggunakan
metode yang bervariasi pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hal ini
demi mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang lebih menarik, menyenangkan, dan
meningkatkan motivasi anak didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di
kelas.
Daftar Pustaka
Nurhadi, dkk. 2003. Pembelajaran
Contextual Teaching Learning. Malang: Universitar Negeri Malang.
Sardiman AM. 2003. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.
Jakarta:
Rajawali Press.
|
Usaha
Nasional.
Trianto. 2007. Model-model
Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi
Pustaka Publisher.
Yasin, dkk.
2003. Contextual Teaching and Learning dan KBK. Malang :
Universitas Negeri Malang .