Yang Pop dan Uptodate

Kamis, 31 Januari 2013

Artikel Pendidikan

MARI MENGGUNAKAN METODE BERVARIASI
DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN
Oleh: Muhammad Arifai, S.Pd
(Guru SMA N 1 Watansoppeng)
A. Pendahuluan
            Guru sebagai unsur yang terlibat langsung dalam interaksi pembelajaran di sekolah, hendaknya senantiasa berusaha menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dalam menyajikan materi pelajaran di kelas agar  anak didik senantiasa memiliki semangat belajar dan selalu termotivasi untuk belajar di sekolah. Oleh karena itu, pengetahuan  guru terhadap berbagai pendekatan belajar atau metode pembelajaran  sangat diharapkan mengalami peningkatan dari hari ke hari, dan bahkan peningkatan itu diharapkan terjadi setiap saat dan berlanjut dari tahun ke tahun. Di sinilah peran dan tanggung jawab guru senantiasa dituntut untuk  membenahi diri dengan belajar dan terus belajar demi meningkatkan profesionalitasnya.         
            Sekarang ini masih ada anggapan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan dan metode ceramah sebagai pilihan utama dalam kegiatan pembelajaran. Untuk mengubah anggapan itu, diperlukan sebuah metode pembelajaran yang bervariasi agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan berhasil.
            Berdasarkan uraian di atas, yang menjadi masalah dalam penulisan ini yaitu apakah yang dimaksud  metode bervariasi dan bagaimanakah menggunakan metode bervariasi tersebut dalam kegiatan pembelajaran?
Kata kunci: Metode bervariasi, kegiatan pembelajaran


B. Metode Bervariasi
            Metode bervariasi adalah metode yang digunakan secara bervariasi dalam kegiatan pembelajaran. Misalnya penggunaan metode ceramah divariasikan dengan tanya jawab, pemodelan, inkuiri, berkelompok, dan demonstrasi. Metode-metode tersebut baik digunakan secara bergantian dalam kegiatan pembelajaran.
            Penggunaan metode secara bervariasi dalam kegiatan pembelajaran dapat menjadikan anak peserta didik tidak jenuh, aktif, dan memiliki kreativitas belajar. Guru tidak hanya menceramahi peserta didik tetapi juga berusaha menjadikannya belajar untuk mengalami sendiri materi pembelajaran  yang sedang disajikan. Untuk menjadikan anak didik mengalami sendiri materi atau bahan pembelajaran yang diberikan, guru dapat menggunakan strategi contekstual teaching learning (CTL) yang di dalamnya terdapat bermacam-macam metode pembelajaran.
            CTL adalah strategi pembelajaran yang berusaha menjadikan siswa belajar sesuai dengan kondisi nyata atau menjadikan materi pembelajaran sesuai dengan kenyataan yang ada. Melalui strategi CTL, siswa diharapkan belajar melalui “mengalami” bukan “menghafal”.
C. Menggunakan Metode Bervariasi dalam Kegiatan Pembelajaran
            Untuk menggunakan metode bervariasi dalam pembelajaran, dapat dipilih strategi pembelajaran yang disebut contextual teaching learning (CTL). Menurut Johnson (2002: 25) bahwa sistem CTL merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan membantu anak didik melihat makna dalam bahan pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan  mereka sehari-hari, yaitu dengan konteks lingkungan pribadinya, sosialnya, dan budayanya.
            Pembelajaran CTL menempatkan anak didik di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari dan sekaligus memperhatikan faktor kebutuhan individual anak dan peranan guru.
            Selain itu, metode bervariasi dalam kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan prinsip:          
1.      Membentuk kelompok belajar yang saling tergantung. Peserta didik saling belajar dari sesamanya di dalam kelompok-kelompok kecil dan belajar bekerja sama dalam tim lebih besar (kelas). Jadi, anak diharapkan untuk berperan aktif.
2.      Menyediakan lingkungan yang mendukung pembelajaran mandiri. Lingkungan yang mendukung pembelajaran mandiri.
3.      Memperhatikan multi-intelegensi peserta didik. Dalam melayani anak di kelas, guru harus memadukan berbagai strategi pendekatan pembelajaran kontekstual sehingga pengajaran akan efektif bagi anak dengan berbagai intelegensinya itu.
4.      Menggunakan teknik-teknik bertanya untuk meningkatkan pembelajaran anak, perkembangan pemecahan, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
5.      Menerapkan penilaian autentik (authentic assessment). Penilaian autentik mengevaluasi penerapan pengetahuan dan berpikir kompleks seorang anak, daripada  hanya sekedar hafalan informasi aktual.
D. Kesimpulan dan Saran
            Berdasarkan beberapa uraian yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa metode bervariasi adalah metode yang digunakan secara bervariasi dalam kegiatan pembelajaran. Untuk menggunakan metode bervariasi dalam pembelajaran, dapat dipilih strategi contextual teaching learning (CTL). Beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan secara bervariasi di antaranya : (1) bertanya (Questioning), (2) menemukan (Inquiry), (3) masyarakat belajar (Learning Community), (4) pemodelan (Modeling), dan (5) refleksi (Reflection).
            Berdasarkan kesimpulan di atas maka disarankan kepada rekan-rekan guru agar senantiasa menggunakan metode yang bervariasi pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hal ini demi mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang lebih menarik, menyenangkan, dan meningkatkan motivasi anak didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas.

Daftar Pustaka
Nurhadi, dkk. 2003. Pembelajaran Contextual Teaching Learning. Malang: Universitar Negeri Malang.

Sardiman AM. 2003. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:
            Rajawali Press.

 
Sumanto, Wasty. 2005. Petunjuk Pembinaan Pendidikan. Surabaya:
            Usaha Nasional.
           
Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.

Yasin, dkk. 2003. Contextual Teaching and Learning dan KBK. Malang: Universitas Negeri Malang.
           





Tidak ada komentar: