Yang Pop dan Uptodate

Sabtu, 18 Agustus 2012

Artikel Pendidikan


          MENGINTEGRASIKAN NILAI-NILAI BUDAYA DAN
KARAKTER BANGSA DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN
          BAHASA INDONESIA DI SMA N 1 WATANSOPPENG
                                   Oleh: Muhammad Arifai, S.Pd
                              (Guru SMA Negeri 1 Watansoppeng)

A. Pendahuluan
            Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini ada indikasi karakter siswa semakin hari semakin menurun. Hal tersebut dapat dilihat pada maraknya aksi perkelahian dan tindak kriminal pada siswa akhir-akhir ini. Bahkan, ada siswa yang menjadi korban ditikam oleh temannya hanya karena masalah sepele.
            Terjadinya penurunan karakter atau dekadensi moral pada siswa telah mendapat perhatian dari pemerintah melalui pendidikan budaya dan karakter bangsa. Guru diharapkan dapat mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ke dalam setiap mata pelajaran yang diampunya.
            Namun, saat ini masih ada guru yang belum mampu mengitegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ke dalam materi pembelajaran yang disajikan di kelas. Padahal sejatinya, banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengitegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa tersebut, seperti pada materi membaca puisi lama (Pantun) di kelas XII IPA/IPS SMA.
            Berdasarkan hal tersebut yang menjadi masalah dalam tulisan ini yaitu bagaimanakah mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran membaca pantun di kelas XII IPA/IPS ? Tujuan penulisan untuk mengetahui cara mengitegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ke dalam pembelajaran membaca pantun di kelas XII IPA/IPS.
Kata kunci: nilai-nilai budaya dan karakter bangsa, kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia
B. Nilai-nilai Budaya dan Karakter Bangsa
            Budaya adalah keseluruhan sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan masyarakat, sedangkan karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang  terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak.
            Tujuan pendidikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yaitu (1) mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa, (2) mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang relegius, (3) menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik, (4) mengembangkan kemampuan peserta didik, dan (5) mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah.
Persoalan budaya dan karakter bangsa yang ada saat ini yaitu korupsi, kekerasan
kejahatan seksual, perusakan, perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang konsumtif, dan kehidupan politik yang tidak produktif.
            Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, cinta tanah air, menghargai prestasi, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, bersahabat/komunikatif, dan tangung jawab.
C. Mengintegrasikan Nilai-nilai Budaya dan Karakter Bangsa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
Pengintegrasian nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam materi pelajaran dilakukan mulai pada saat penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) terhadap materi pelajaran atau KD (Kompetensi Dasar) yang akan disajikan di kelas. Materi pelajaran biasa digunakan sebagai bahan atau media untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Oleh karena itu, guru tidak perlu mengubah pokok bahasan yang sudah ada, tetapi menggunakan materi pokok bahasan itu untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Juga, guru tidak harus mengembangkan proses belajar khusus untuk mengembangkan nilai. Suatu hal yang selalu harus diingat bahwa satu aktivitas belajar dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.  Sebagai contoh, pada mata pelajaran bahasa Indonesia dengan KD. 6.1 Menanggapi pembacaan puisi lama tentang lafal, intonasi dan ekspresi yang tepat. Kegiatan pembelajaran dapat dirancang dengan mengitegrasikan beberapa nilai-nilai budaya dan karakter bangsa seperti nilai kerja sama, kreativitas, jujur, toleransi, disiplin, rasa ingin tahu, gemar membaca, dan kerja keras.
Adapun langkah-langkah mengitegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indoinesia dengan materi membaca puisi lama (Pantun) yaitu:
1.      Membagi siswa ke dalam beberapa kelompok ( satu kelompok terdiri atas 3 siswa), nilai yang dikembangkan adalah kerja sama.
2.      Setiap kelompok membaca puis lama (pantun) yang disediakan, nilai yang dikembangkan adalah nilai gemar membaca.
3.      Setiap kelompok tampil berbalas pantun yang berisi pantun nasihat, nilai yang dikembangkan adalah kreativitas, disiplin, rasa ingin tahu, dan kerja keras.
4.      Kelompok yang belum tampil menanggapi kelompok yang tampil berbalas pantun dari segi lafal, intonasi, dan ekspresi, nilai yang dikembangkan adalah jujur, kerja sama, dan toleransi.
5.      Pada kegiatan akhir pembelajaran, guru menyimpulkan materi pembelajaran, memberikan tugas atau PR, dan mengajak siswa berdoa bersama sebagai tanda syukur atas selesainya mengikuti kegiatan pembelajaran. Nilai yang dikembangkan pada kegiatan ini yaitu tanggung jawab, kerja keras, dan religius.
D. Kesimpulan dan Saran
            Dari uraian yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa pengitegrasian nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ke dalam setiap mata pelajaran dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran mulai dari penyusunan rencana pembelajaran sampai pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas. Nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang dapat diintegrasikan dalam materi pembelajaran antara lain: religius, jujur, kerja keras, kerja sama, kreativitas, gemar membaca, tanggung jawab, toleransi, disiplin, mandiri, rasa ingin tahu, dan cinta lingkungan.
            Berdasarkan hal tersebut maka disarankan kepada setiap guru mata pelajaran atau guru kelas agar senantiasa mengitegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam setiap materi pembelajaran pada mata pelajaran yang diampunya. Hal ini guna membentuk manusia Indonesia yang seutuhnya sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dalam UU Sisdiknas Tahun 2003.
Daftar Rujukan
Depdiknas. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Kemendiknas. 2010. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta:  Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum.
SMA N 1 Watansoppeng. 2011. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Watansoppeng: Bagian Urusan Kurikulum.

Undang-Undang  Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.



       












Kondisi Geografis SMA N 1 Watansoppeng


I.         KONDISI GEOGRAFIS DAN TOPOGRAFIS SERTA SOSIAL SEKOLAH
Kondisi Geografis dan Topografis adalah keadaan yang menggambarkan letak sekolah (jarak sekolah dengan ibu kota kecamatan dan kabupaten, transportasi yang digunakan). Kondisi sosial adalah keadaan yang menggambarkan apakah sekolah berada pada lokasi daerah konflik, miskin dan atau terpencil. Tuliskan kondisi tersebut di bawah ini :
A.    Kondisi Geografis dan Topografis
Kondisi geografis SMAN 1 Watansoppeng yaitu terletak pada sebelah selatan kota Watansoppeng yang berjarak kurang lebih 2 kilometer dari ibu kota kabupaten dengan batas-batas sebagai berikut:
·         Sebelah Utara, berbatasan dengan pemukiman penduduk.
·         Sebelah Selatan, berbatasan dengan Rumah Sakit Umum Daerah Ajjapangeng Watansoppeng.
·         Sebelah Barat, berbatasan dengan pemukiman penduduk
·         Sebelah Timur, berbatasan dengan asrama polisi Watansoppeng.
Letak topografi SMA Negeri 1 Watansoppeng berada pada dataran tinggi (kurang lebih 70 m dari permukaan laut) dengan kondisi fisik berbukit. SMA Negeri Watansoppeng beralamat di Jalan Samudera Nomor 2 Watansoppeng di Kelurahan Botto Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng. Jarak dari ibu kota kecamatan hanya sekitar 1 kilometer. Untuk menuju ke lokasi  SMA N 1 Watansoppeng, dapat ditempuh dengan transportasi darat yaitu dengan menggunakan kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor. Meskipun demikian, ada juga beberapa guru dan siswa yang hanya berjalan kaki karena letak tempat tinggalnya yang dekat dengan lokasi sekolah.
B.     Kondisi Sosial Sekolah
SMA N 1 Watansoppeng berada pada lokasi yang cukup ramai karena diapit oleh dua jalan utama dalam kota yaitu jalan Kesatria dan jalan Samudra. Lokasi tersebut membuat SMA N 1 Watansoppeng mudah dijangkau baik oleh siswa maupun guru. Setiap hari kendaraan umum atau kendaraan angkutan kota lewat di depan sekolah. Begitu pula halnya dengan kendaraan umum roda dua yang dikenal dengan nama ojek, setiap saat mangkal di depan sekolah menunggu muatan.
Kondisi seperti tersebut di atas menjadikan lokasi SMA N 1 Watansoppeng termasuk lokasi yang ramai namun tetap dalam keadaan aman karena adanya rambu-rambu lalu lintas dan petugas/polisi lalu lintas yang setiap pagi bertugas mengawasi dan mengatur pengendara atau para pengguna kendaraan yang lewat di depan sekolah.
II.      DUKUNGAN PEMDA DAN KOMITE SEKOLAH SERTA MASYARAKAT

Dukungan Pemda : Tuliskan anggaran untuk bidang pendidikan kabupaten dan kota pada 2 tahun terakhir yang dilihat dari APBD.
Dukungan Komite Sekolah : Tuliskan bentuk-bentuk dukungan yang diberikan Komite Sekolah. Dukungan Masyarakat : Tuliskan apa saja dan dalam bentuk apa saja dukungan masyarakat, atau sebaliknya tuliskan apakah masyarakat justru kurang mendukung.
Tuliskan yang dimaksud di atas, di bawah ini :
A.    Dukungan Pemda
Pemerintah daerah Soppeng memberikan dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan proses belajar mengajar di SMA N 1 Watansoppeng. Dukungan tersebut dalam bentuk pemberian dana anggaran pendidikan yang sesuai APBD. Pada tahun pelajaran 2010/2011 pemerintah daerah memberikan dana anggaran pendidikan sebesar 70 juta rupiah dan pada tahun pelajaran 2011/2012 sebesar 70 juta rupiah.
Selain dukungan dari pemda, SMA N 1 Watansoppeng juga mendapat dukungan dari komite sekolah dalam bentuk dana komite sekolah untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proses belajar mengajar dan kegiatan pengembangan diri siswa. Dukungan dana dari komite sekolah hanya sampai pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012 karena pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012 pemerintah daerah provinsi Sulawesi Selatan telah memberlakukan pendidikan gratis bagi sekolah pendidikan menengah atas atau SMA.
Selanjutnya, SMA N 1 Watansoppeng juga terkadang mendapat dukungan dari orang tua siswa dalam hal pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa. Dukungan tersebut berupa kerja sama dengan pihak sekolah dalam hal pengawasan terhadap anak yang bersangkutan di lingkungan rumah tempat tinggalnya agar mereka tetap belajar dan menjaga nama baik sekolah. 

Minggu, 15 Mei 2011

HASIL UN DAN US SMA N 1 WATANSOPPENG T.P. 2010/2011

Daftar Nomor Peserta yang dinyatakan LULUS UN dan US di SMA N 1 Watansoppeng Tahun Pelajaran 2010/2011

12 - 009 - 001 - 8
12 - 009 - 002 - 7
12 - 009 - 003 - 6
12 - 009 - 004 - 5
12 - 009 - 005 - 4
12 - 009 - 046 - 3
12 - 009 - 047 - 2
12 - 009 - 048 - 9
12 - 009 - 049 - 8
12 - 009 - 050 - 7
12 - 009 - 011 - 6
12 - 009 - 012 - 5
12 - 009 - 013 - 4
12 - 009 - 014 - 3
12 - 009 - 015 - 2
12 - 009 - 026 - 7
12 - 009 - 027 - 6
12 - 009 - 028 - 5
12 - 009 - 029 - 4
12 - 009 - 030 - 3
12 - 009 - 021 - 4
12 - 009 - 022 - 3
12 - 009 - 023 - 2
12 - 009 - 024 - 9
12 - 009 - 025 - 8
12 - 009 - 016 - 9
12 - 009 - 017 - 8
12 - 009 - 018 - 7
12 - 009 - 019 - 6
12 - 009 - 020 - 5
12 - 009 - 031 - 2
12 - 009 - 032 - 9
12 - 009 - 033 - 8
12 - 009 - 034 - 7
12 - 009 - 035 - 6
12 - 009 - 051 - 6
12 - 009 - 052 - 5
12 - 009 - 053 - 4
12 - 009 - 054 - 3
12 - 009 - 055 - 2






12 - 009 - 036 - 5
12 - 009 - 037 - 4
12 - 009 - 038 - 3
12 - 009 - 039 - 2
12 - 009 - 040 - 9
12 - 009 - 056 - 9
12 - 009 - 057 - 8
12 - 009 - 058 - 7
12 - 009 - 059 - 6
12 - 009 - 060 - 5
12 - 009 - 101 - 4
12 - 009 - 102 - 3
12 - 009 - 103 - 2
12 - 009 - 104 - 9
12 - 009 - 105 - 8
12 - 009 - 066 - 7
12 - 009 - 067 - 6
12 - 009 - 068 - 5
12 - 009 - 069 - 4
12 - 009 - 070 - 3
12 - 009 - 071 - 2
12 - 009 - 072 - 9
12 - 009 - 073 - 8
12 - 009 - 074 - 7
12 - 009 - 075 - 6
12 - 009 - 076 - 5
12 - 009 - 077 - 4
12 - 009 - 078 - 3
12 - 009 - 079 - 2
12 - 009 - 080 - 9
12 - 009 - 081 - 8
12 - 009 - 082 - 7
12 - 009 - 083 - 6
12 - 009 - 084 - 5
12 - 009 - 085 - 4
12 - 009 - 086 - 3
12 - 009 - 087 - 2
12 - 009 - 088 - 9
12 - 009 - 089 - 8
12 - 009 - 090 - 7

12 - 009 - 061 - 4
12 - 009 - 062 - 3
12 - 009 - 063 - 2
12 - 009 - 064 - 9
12 - 009 - 065 - 8
12 - 009 - 106 - 7
12 - 009 - 107 - 6
12 - 009 - 108 - 5
12 - 009 - 109 - 4
12 - 009 - 110 - 3
12 - 009 - 111 - 2
12 - 009 - 112 - 9
12 - 009 - 113 - 8
12 - 009 - 114 - 7
12 - 009 - 115 - 6
12 - 009 - 116 - 5
12 - 009 - 117 - 4
12 - 009 - 118 - 3
12 - 009 - 119 - 2
12 - 009 - 120 - 9
12 - 009 - 121 - 8
12 - 009 - 122 - 7
12 - 009 - 123 - 6
12 - 009 - 124 - 5
12 - 009 - 125 - 4
12 - 009 - 126 - 3
12 - 009 - 127 - 2
12 - 009 - 128 - 9
12 - 009 - 129 - 8
12 - 009 - 130 - 7
12 - 009 - 131 - 6
12 - 009 - 132 - 5
12 - 009 - 133 - 4
12 - 009 - 134 - 3
12 - 009 - 136 - 9
12 - 009 - 137 - 8
12 - 009 - 138 - 7
12 - 009 - 176 - 9
12 - 009 - 140 - 5
12 - 009 - 141 - 4
12 - 009 - 153 - 8
12 - 009 - 154 - 7
12 - 009 - 155 - 6
12 - 009 - 147 - 6
12 - 009 - 148 - 5
12 - 009 - 157 - 4
12 - 009 - 158 - 3
12 - 009 - 159 - 2
12 - 009 - 160 - 9
12 - 009 - 161 - 8
12 - 009 - 162 - 7
12 - 009 - 163 - 6
12 - 009 - 164 - 5
12 - 009 - 165 - 4
12 - 009 - 187 - 6
12 - 009 - 167 - 2
12 - 009 - 168 - 9
12 - 009 - 169 - 8
12 - 009 - 170 - 7
12 - 009 - 171 - 6
12 - 009 - 142 - 3
12 - 009 - 173 - 4
12 - 009 - 174 - 3
12 - 009 - 175 - 2
12 - 009 - 139 - 6
12 - 009 - 177 - 8
12 - 009 - 178 - 7
12 - 009 - 179 - 6
12 - 009 - 180 - 5
12 - 009 - 181 - 4
12 - 009 - 182 - 3
12 - 009 - 185 - 8
12 - 009 - 156 - 5
12 - 009 - 166 - 3
12 - 009 - 188 - 5
12 - 009 - 189 - 4
12 - 009 - 190 - 3
12 - 009 - 172 - 5
12 - 009 - 143 - 2
12 - 009 - 144 - 9
12 - 009 - 145 - 8
12 - 009 - 146 - 7
12 - 009 - 240 - 9
12 - 009 - 241 - 8
12 - 009 - 183 - 2
12 - 009 - 184 - 9
12 - 009 - 203 - 6
12 - 009 - 204 - 5
12 - 009 - 205 - 4
12 - 009 - 206 - 3
12 - 009 - 207 - 2
12 - 009 - 208 - 9
12 - 009 - 209 - 8
12 - 009 - 210 - 7
12 - 009 - 211 - 6
12 - 009 - 212 - 5
12 - 009 - 213 - 4
12 - 009 - 214 - 3
12 - 009 - 215 - 2
12 - 009 - 216 - 9
12 - 009 - 217 - 8
12 - 009 - 218 - 7
12 - 009 - 219 - 6
12 - 009 - 220 - 5
12 - 009 - 221 - 4
12 - 009 - 222 - 3
12 - 009 - 223 - 2
12 - 009 - 224 - 9
12 - 009 - 225 - 8
12 - 009 - 226 - 7
12 - 009 - 227 - 6
12 - 009 - 228 - 5
12 - 009 - 229 - 4
12 - 009 - 245 - 4
12 - 009 - 246 - 3
12 - 009 - 247 - 2
12 - 009 - 248 - 9
12 - 009 - 249 - 8
12 - 009 - 235 - 6
12 - 009 - 236 - 5
12 - 009 - 237 - 4
12 - 009 - 149 - 4
12 - 009 - 150 - 3
12 - 009 - 151 - 2
12 - 009 - 152 - 9
12 - 009 - 186 - 5
12 - 009 - 238 - 3
12 - 009 - 239 - 2
12 - 009 - 091 - 6
12 - 009 - 092 - 5
12 - 009 - 093 - 4
12 - 009 - 094 - 3
12 - 009 - 095 - 2
12 - 009 - 096 - 9
12 - 009 - 097 - 8
12 - 009 - 098 - 7
12 - 009 - 099 - 6
12 - 009 - 100 - 5
12 - 009 - 041 - 8
12 - 009 - 042 - 7
12 - 009 - 043 - 6
12 - 009 - 044 - 5
12 - 009 - 045 - 4
12 - 009 - 006 - 3
12 - 009 - 007 - 2
12 - 009 - 008 - 9
12 - 009 - 009 - 8
12 - 009 - 010 - 7
12 - 009 - 191 - 2
12 - 009 - 192 - 9
12 - 009 - 193 - 8
12 - 009 - 194 - 7
12 - 009 - 195 - 6
12 - 009 - 196 - 5
12 - 009 - 197 - 4
12 - 009 - 198 - 3
12 - 009 - 199 - 2
12 - 009 - 200 - 9
12 - 009 - 201 - 8
12 - 009 - 202 - 7
12 - 009 - 250 - 7
12 - 009 - 242 - 7
12 - 009 - 243 - 6
12 - 009 - 244 - 5
12 - 009 - 230 - 3
12 - 009 - 231 - 2
12 - 009 - 232 - 9
12 - 009 - 233 - 8
12 - 009 - 234 - 7



Watansoppeng, 16 Mei 2011
Kepala sekolah,


Drs. Udil Hamzah
Pangkat: Pembina Utama Muda
NIP. 195712311984031027

Jumat, 13 Mei 2011

Pengumuman Hasil Ujian Nasional

Hal yang ditunggu-tunggu sekaligus mendebarkan adalah pengumuman hasil ujian nasional. Hal ini berlaku bagi siswa yang baru-baru ini mengikuti Ujian Nasional (UN). Untuk tahun ini, SMA N 1 Watansoppeng akan mengumumkan hasil ujian nasional melalui internet. Hal ini merupakan suatu kemajuan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Nah, untuk melihat pengumuman kelulusan tersebut, silakan tunggu hari "H" nya sambil berdoa semoga lulus.Ok, silakan berharap dalam doa!

Salam!






Senin, 25 Oktober 2010

ARTIKEL

MEMBUAT DAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN
      BERBASIS ICT UNTUK PEMBELAJARAN MENYIMAK
                                                           Oleh: Muhammad Arifai, S.P

A. Pendahuluan
Dalam materi pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat sekolah menengah atas,
terdapat empat aspek keterampilan berbahasa yang pada umumnya harus dikuasai oleh siswa. Salah satu di antara keempat aspek ketermpilan berbahasa tersebut, yakni menyimak. Pembelajaran menyimak sering mengalami kendala dalam penyajiannya di kelas. Kendala tersebut antara lain : (1) Media pembelajaran yang berupa menyimak berita, wawancara, laporan peristiwa, dsb tidak dimiliki oleh guru, dan belum pernah dibuat, padahal materi pembelajaran tersebut terdapat dalam silabus bahasa Indonesia; (2) Pembuatan media pembelajaran yang itu, membutuhkan kemampuan yang kompleks dan relatif tinggi, khususnya bidang software & hardware komputer; (3) Bila pembelajaran menyimak disampaikan hanya dengan metode pemberian tugas, misalnya menyimak berita dari TV, siswa dan guru kesulitan menemukan stasiun TV mana yang akan menyampaikan topik tertentu, pada hari apa dan jam berapa, karena banyak stasiun TV; (4) Siswa sering tidak melaporkan tugas tersebut, guru juga seringkali terlewatkan acara TV tersebut sehingga pembahasan menjadi tidak efektif; (5) Jika materi menyimak disajikan dengan metode ceramah, pembelajaran menjadi ’teacher centered’ siswa hanya medengarkan saja materi pembelajaran tidak menarik perhatian siswa dan membosankan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan sebuah media pembelajaran yang baik dan menarik seperti media pembelajaran berbasis ICT. Berdasarkan hal tersebut, yang menjadi permasalahan dalam penulisan ini adalah: (1) Bagaimanakah pembuatan media pembelajaran menyimak yang berbasis ICT ? (2) Bagaimanakah penggunaan media pembelajaran berbasis ICT dalam pembelajaran menyimak?
Kata kunci : media pembelajaran berbasis ICT, pembelajaran menyimak
B. Membuat Media Pembelajaran Berbasis ICT
Perkembangan teknologi komputer dan informasi (ICT) juga semakin mengembangkan bentuk dan variasi media pembelajaran. Menurut Thomson (Elida dan Nugroho, 2003) komputer yang digunakan dalam pembelajaran dapat memberikan manfaat, yakni saat digunakan komputer meningkatkan motivasi pembelajaran. Para siswa akan menikmati kerja komputer ini dan komputer memberikan tantangan di samping komputer menampilkan perpaduan antarteks, gambar, animasi gerak, dan suara secara bersamaan maupun bergantian.
Menurut Luther (dalam Sutopo, 2003:32) ada tujuh tahap dalam pengembangan media pembelajaran berbasis computer (ICT), yaitu:
a. Tahap pertama konsep, yaitu mengidentifikasikan tujuan, kebutuhan belajar, atau hal-hal lain yang perlu diungkapkan;
b. Tahap kedua analisis karakteristik siswa, yaitu disesuaikan dengan minat, bakat, dan kemampuan siswa;
c. Tahap ketiga merencanakan dan menyusun software;
d. Tahap keempat desain, yaitu tahap merancang produk secara rinci
e. Tahap kelima pengumpulan bahan;
f. Tahap keenam pembuatan, yaitu menyusun naskah materi pada setiap frame sehingga menjadi sebuah produk media yang sudah jadi;
g. Tahap ketujuh uji coba, yaitu melakukan uji coba produk yang akan digunakan secara luas karena itu perlu validasi kelayakannya.
Berpedoman pada hal tersebut di atas ditambah dengan pengalaman penulis mengikuti pendidikan dan latihan pembuatan media pembelajaran berbasis ICT yang diselenggarakan oleh Sistem Sekolah Cerdas Indonesia (SSCI) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, penulis membuat media pembelajaran berbasis ICT. Media pembelajaran tersebut adalah menyimak berita dari TV, dengan cara merekam berita dari TV dengan menggunakan aplikasi windows movie maker pada komputer/laptop. Selanjutnya, hasil rekaman tersebut diinsert ke dalam slide power point lalu dicopy ke dalam CDR. Selain itu, juga dibuat media pembelajaran menyimak laporan peristiwa, menyimak wawancara, diskusi, dan drama, dengan cara yang sama seperti yang diuraiakan sebelumnya.
C. Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis ICT dalam Pembelajaran Menyimak

Untuk menggunakan media pembelajaran berbasis ICT, misalnya dalam kegiatan pembelajaran menyimak, hanya dibutuhkan laptop dan LCD proyektor ditambah dengan CDR yang berisi media pembelajaran yang sudah dibuat seperti di atas. Masukkan CDR ke laptop lalu hubungkan laptop dengan LCD proyektor. Langkah selanjutnya, silahkan operasikan seperti pada saat akan mempresentasik materi pembelajaran dengan power point.
Bagi guru yang sudah mahir menggunakan computer, tentu tidaklah terlalu sulit dalam menggunakan media pembelajaran tersebut. Namun, bagi rekan guru yang masih setengah-setengah atau belum terlalu mahir, dapat meminta bantuan rekan guru yang lain untuk dilatih terlebih dahulu dalam menggunakan presentasi dengan power point.
D. Simpulan dan Saran
Dari uraian yang dikemukakan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa pembuatan media pembelajaran berbais ICT tidaklah terlalu sulit dan berbelit. Hanya dibutuhkan komputer jinjing/laptop, lalu keterampilan menggunakan aplikasi windows movie maker. Untuk penggunaannya di kelas, padukan laptop dengan LCD proyektor lalu tampilkanlah dalam bentuk power point. Dengan demikian, disarankan kepada rekan-rekan guru agar senantiasa memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan pembelajaran demi mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang inovatif untuk peningkatan hasil belajar siswa dan mutu pendidikan di negara kita.
Daftar Pustaka
Sardiman, Arief S. dkk. 2006. Media Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Soeparno. 2005. Media Pengajaran Bahasa. Jakarta: PT. Intan Pariwara.
Suyatno.2007. Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Surabaya : SIC.

Suyono.2007. Cerdas Berpikir Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Ganeca Eaxct.

Tarigan, Henry Guntur. 2006. Teknik Pengajaran Ketrampilan Menyimak. Bandung : Angkasa.

SMA N 1 Watansoppeng Menuju SKM/SSN

Alhamdulillah, SMA N 1 Watansoppeng hingga tahun 2010 ini sudah 3 tahun menjalani rintisan sekolah kategori mandiri (RSKM. Artinya, Insya Allah, tahun depan sudah menjadi sekolah kategori mandiri (SKM.Untuk menuju ke SKM, telah banyak kegiatan yang dilakukan sebagai upaya menjadi sekolah kategori mandiri. Salah satu kegiatan tersebut adalah pemenuhan 8 SNP (Standar Nasional Pendidikan).
Pemenuhan 8 SNP ditempuh dengan melalui kegiatan analisis konteks. Analisis tersebut bertujuan mengetahui sejauh mana pencapaian SNP tersebut. Hal itulah yang saat ini sedang saya lakukan di tempat pelatihan "Grand Palace" di Makassar. Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 23 s.d. 26 Oktober 2010. Hasilnya, selain lelah dan peluh, juga hasil pekerjaan tugas yang lumayan banyaknya. Di antaranya yaitu analsis standar isi (SI), standar proses, standar penilaian, pengelolaan, SKL, dsb.

Variasi dan Ragam Bahasa


VARIASI RAGAM BAHASA

Variasi-variasi bahasa dapat dilihat dari dua segi, yakni dari segi diakronis dan segi sinkronis.

Segi diakronis yaitu berdasarkan tahap-tahap perkembangan bahasa Indonesia dari waktu ke waktu.

Segi Sinkronis yaitu variasi-variasi bahasa dilihat dari dimensi daerah (geografis), dimensi sosial ( sosialek), dimensi psikis dan fisik penutur, dimensi kebutuhan, dan dimensi menyangkut pembicara, tempat berbicara, bidang pembicaraan, suasana/situasi pembicaraan.

1. Dialek Geografis (dialek regional)

yaitu variasi-variasi bahasa yang timbul karena perbedaan asal penuturnya.

2. Dialek Sosial (sosialek)

yaitu variasi-variasi bahasa yang disebabkan oleh perbedaan kelas sosial penuturnya.

3. Idiolek

yaitu variasi-variasi bahasa yang timbul karena faktor fisik maupun psikis yang dimiliki oleh penutur.

4. Register

yaitu variasi-variasi bahasa yang disebabkan oleh kebutuhan pemakaian yang berbeda-beda. Misalnya bahasa berita, bahasa ulasan atau tajuk rencana, dan bahasa iklan.

5. Ragam Bahasa

yaitu variasi-variasi bahasa yang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan dari segi pembicara, tempat berbicara, pokok atau bidang pembicaran, suasana/situasi pembicaraan.

Jenis-jenis Ragam Bahasa Indonesia

1. Ragam Ringkas dan Ragam Lengkap

2. Ragam Baku dan Ragam Nonbaku

Ragam baku adalah ragam bahasa yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar masyarakat pemakainya sebagai kerangka rujukan norma atau kaidah bahasa dalam pemakaian.

Ragam baku berisi rujukan yang menentukan benar tidaknya pemakaian bahasa, baik ragam lisan maupun ragam tulisan.

Ragam nonbaku selalu ada kecenderungan untuk menyalahi norma/kaidah bahasa yang berlaku. Hal ini disebabkan ragam bahasa nonbaku lebih cenderung mementingkan fungsi komunikasinya dalam suasana santai daripada mementingkan kebenaran pemakaian kaidah bahasa. Sementara itu, dalam suasana resmi selain fungsi komunikasi juga dipentingkan kebenaran kaidahnya.

3. Ragam Lisan dan Ragam Tulisan

Kesatuan dasar ragam lisan adalah bunyi bahasa sedangkan kesatuan dasar ragam tulisan adalah huruf.

4. Ragam Pandangan Penutur

Ragam bahasa dilihat dari sudut pandangan penutur adalah:

a. Daerah/Logat

Logat daearah paling kentara karena tata bunyinya. Misalnya logat Tapanuli (tekanan kata yang amat jelas); logat Bali (bunyi /t/); logat Jawa (bunyi /d/).

b. Pendidikan

Tata bunyi bahasa Indonesia (fonologi) golongan kaum berpendidikan berbeda dengan kaum yang tidak berpendidikan. Misalnya bunyi /f/ dan gugus konsonan /ks/, tidak selalu terdapat dalam ujaran orang yang tidak atau hampir tidak bersekolah. Bentuk fakultas, film, fitnah, kompleks, rileks, maksimum, diucapkan pakultas, pilem, pitenah, komplek, riles, massimum.